Dislitbangad Uji IPP Set, Demi Menjamin Kualitas Tempur Prajurit

Jakarta, IDM - Uji terima yang dilakukan oleh Dinas Penelitian Angkatan Darat (Dislitbangad) terhadap Integrated Personal Protection (IPP) Set hasil pengadaan Pusat Perbekalan TNI AD TA. 2022 merupakan upaya TNI AD dalam menjamin kualitas tempur prajurit.
Hal tersebut disampaikan Kepala Laboratorium (Ka Lab) Dislitbangad, Kolonel Arh Saptarendra, dalam keterangan tertulisnya di Batujajar, Bandung Barat, Kamis (9/3).
Diungkapkan Kalab Dislitbangad, uji terima yang dilakukan Dislitbangad merupakan tahap akhir dalam proses pengadaan materiel/bekal TNI AD.
“Setiap materiel/bekal hasil pengadaan yang dilakukan Kemhan, Mabes TNI maupun Angkatan, dalam hal ini TNI AD harus melalui tahapan uji terima,”ujar Sapta.
Ini penting, lanjutnya, karena untuk memastikan materiel dan bekal yang akan digunakan para prajurit nantinya harus bisa menjamin keamanan dan keselamatan serta operasional mereka saat melaksanakan tugas.
Lebih lanjut, Sapta jelaskan IPP Set merupakan bekal perorangan bagi prajurit yang akan menunjang saat melaksanakan tugas, khususnya di daerah operasi.
“IPP Set terdiri dari Helm Balistik, rompi tahan peluru serta aksesoris lainnya. Tidak saja untuk melindungi prajurit dari kondisi alam namun juga dari ancaman senjata musuh,” terang Sapta.
Khusus untuk helm dan rompinya, tuturnya selain untuk mengetahui kualitas bahan utamanya tapi juga diuji kualitas kain yang digunakan serta diuji destruktif dengan menggunakan senjata kaliber 9 mm dan 5.56 mm, senjata tajam, serta alat uji lainnya yang ditetapkan TNI AD
“Setiap materiel dan bekal TNI AD memiliki standardisasi tipe dengan didasarkan pada aspek insani, kemampuan, kelancaran kerja dihadapkan kepada tipologi wilayah dan jenis tugas, serta ketentuan lainnya seperti konstruksi dan perlengkapan,” jelas Sapta.
“Dalam uji terima ini, materi uji hampir sama dengan saat uji coba (sertifikasi) namun materinya dikelompokan dalam aspek uji tidak merusak (non destruksi) dan uji merusak (destruksi) terhadap sampel yang diambil secara acak,” tambah Sapta.
“Sebagaimana ditegaskan Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, melalui tahapan uji terima ini, kita membantu TNI AD dalam menjamin kualitas tempur prajurit,” tutup Sapta. (gin)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































