HANKAM

Disaksikan Gubernur AAU, Sebanyak 175 Siswa Susparades A-195 Laksanakan Terjun Perdana

Disaksikan Gubernur AAU, Sebanyak 175 Siswa Susparades A-195 Laksanakan Terjun Perdana
(Dok Dispenau)

Bandung, IDM - Gubernur AAU Marsda TNI Eko Dono Indarto menyaksikan siswa Susparadas A-195 (141 Taruna AAU, 11 diantaranya siswa Taruni AAU dan 34 taruna PSDP) melakukan terjun perdana di Lanud Sulaiman, Margahayu, Kab Bandung, Rabu (24/8).

Sebanyak 175 siswa Susparadas A-195 (141 Taruna AAU, 11 diantaranya siswa Taruni AAU dan 34 taruna PSDP) melakukan terjun perdana dengan dropping zone runway Lanud Sulaiman.

Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Abdul Haris memantau langsung pelaksanaan praktek terjun tersebut dari shelter runway.

Penerjunan di hari pertama tersebut dibagi dalam tiga sorties. Sortie pertama, pesawat Hercules C 130 dengan nomor register A 1312 yang diterbangkan oleh Kapten Pnb Sonny dari Skadron Udara 32 Lanud Addulrachman Saleh, Malang, mengangkut 60 penerjun dengan lima run. Sortie kedua dan ketiga juga lima run dengan menerjunkan masing-masing 60 dan 56 penerjun.

Praktek tersebut dilaksanakan setelah menjalankan ground training atau bina kelas selama dua minggu. Para siswa akan melakukan tujuh kali praktek penerjunan dengan jumlah 56 jam pelajaran. (GIN)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.