HANKAM

Dirut DEFEND ID Bicara Soal Tantangan dan Peluang Industri Pertahanan di Tengah Dinamika Global

PT Len
Dirut DEFEND ID sekaligus Dirut PT Len (Persero) (tengah) usai acara puncak peringatan HUT ke-2 DEFEND ID di PT Pindad, Bandung. (Foto: Dok. Humas DEFEND ID)

Jakarta, IDM – Direktur Utama (Dirut) holding BUMN industri pertahanan DEFEND ID, Bobby Rasyidin mengungkap sejumlah tantangan dan peluang yang dihadapi oleh industri pertahanan, khususnya di tengah dinamika global yang terus berkembang hingga saat ini.

Bobby menjelaskan bagaimana konflik bersenjata dan konflik terbuka yang terjadi di sejumlah wilayah di dunia berpengaruh pada naiknya rata-rata anggaran pertahanan global, yang awalnya berada di angka 2% kini sudah menjadi hampir 3%.

"Ini tentunya menjadi opportunity (kesempatan) yang luas sekali buat DEFEND ID untuk mengembangkan pasar globalnya," jelas Bobby.

Baca Juga: KSAD Sebut Kondisi Papua Relatif Baik Saat Ini

Di sisi lain, tantangan yang harus dihadapi oleh industri pertahanan di tengah dinamika global yang sama adalah rantai pasok (supply chain) dunia.

"Seperti yang kita lihat, konflik di Laut Merah menyebabkan biaya logistik akan tinggi. Yang tadinya kita impor komponen dari Eropa itu lewat Terusan Suez, sekarang terpaksa dia mutar. Itu satu. Yang kedua, lead time atau waktu tunggu terkait dengan pengiriman barang akan lebih panjang lagi," kata Bobby.

"Tentunya dengan kondisi konflik di mana-mana, sekarang inflasi tinggi, kemudian kita tahu Fed juga mempertahankan suku bunganya untuk jangka panjang. Ini tentunya mengakibatkan component cost dan material cost dari produksi kami akan terdampak juga," sambung dia.

Baca Juga: Peringati HUT ke-2, DEFEND ID Optimis Wujudkan Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

Sebagai holding yang bergerak di bidang industri pertahanan, Bobby menyadari bahwa industri tersebut harus memiliki basis teknologi yang tinggi. Untuk mencapai hal tersebut maka pihaknya harus menaruh perhatian pada dua hal, meliputi penguasaan teknologi dan pembangunan sumber daya manusianya (SDM).

"Sekarang kami melakukan pembangunan dan pengembangan teknologi sendiri. Mungkin rekan media sudah dengar juga, kita melakukan banyak partnership (kerja sama) dengan principal-principal ternama. Misalnya, dalam beberapa bulan ke depan kita akan realisasi joint venture kita dengan Thales," jelas Bobby.

Ia menambahkan contoh kerja sama lainnya yang tengah dijalankan oleh PT PAL, sebagai salah satu BUMN yang tergabung dalam DEFEND ID. PT PAL, disebut Bobby, baru saja menjalin kontrak kerja sama dengan Lava Group. Harapannya, PT PAL dapat menjalin kerja sama dengan mitra strategis lainnya seperti Naval Group.

Baca Juga: Satgasmar TNI AL Lepas Liar 52 Satwa Dilindungi di Jember

"Kemudian PT Pindad, seperti yang kita ketahui juga medium tank itu adalah produk joint development dengan FNSS Turki. Diharapkan nanti PT Pindad juga akan berstrategic partner dengan principals di dunia," ujar Bobby.

Asa yang sama juga ditujukan untuk PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang diharapkan dapat menghidupkan kembali kerja sama dengan Airbus dan memiliki product engineering technology di masa depan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.