HANKAM

Dilengkapi dengan Flight Training Device, KSAU Resmikan Gedung Simulator Helikopter Colibri

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat meresmikan gedung simulator helikopter Colibri Yudie S.H. Dotulung Lanud Suryadarma. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meresmikan gedung simulator helikopter Colibri Yudie S.H. Dotulung Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Sabtu (22/7).

Gedung simulator ini didirikan sebagai sarana dan fasilitas latihan bagi para penerbang serta siswa penerbang helikopter TNI AU. Fasilitas simulator ini juga telah dilengkapi dengan FTD (Flight Training Device).

Baca Juga: Sejarah Monumen Mandala dari Bekas Sekolah Guru dan Hoofdkwartier van de Koninklijke

“Fasilitas simulator FTD sangat penting untuk mendukung pelaksanaan latihan kru helikopter TNI AU guna meningkatkan profesionalisme personel, sehingga pelaksanaan tugas dukungan operasi udara dapat terselenggara dengan lebih baik lagi,” ungkap Fadjar dalam sambutannya dikutip dari keterangan Dispenau, Minggu (23/7).

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat meninjau sarana dan fasilitas yang terdapat di gedung simulator helikopter Colibri Yudie S.H. Dotulung Lanud Suryadarma. (Foto: Dok. Dispenau)

Simulator, menurut KSAU, juga berfungsi untuk meningkatkan kepercayaan diri segenap kru pesawat, sehingga mereka dapat melakukan dukungan operasi udara dengan aman.

Sebelum meninjau seluruh fasilitas dan ruangan yang terdapat dalam gedung simulator, KSAU terlebih dahulu melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya fasilitas baru milik TNI AU ini.

Baca Juga: Tandai Jejak Penerbangan di Tasikmalaya, TNI AU Serahkan Monumen Pesawat SIAI Marchetti

Untuk diketahui, sosok Yudie S.H Dotulung yang diabadikan oleh TNI AU sebagai nama gedung simulator ini merupakan sosok penerbang pertama Skadron Udara 7 yang gugur saat bertugas. Perwira TNI AU ini juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati.

Sementara itu, Colibri memang menjadi salah satu helikopter yang masih dioperasionalkan oleh TNI AU hingga saat ini. Colibri ditempatkan di Skadron Udara 7 Lanud Suryadarama. Yang menarik, helikopter ini juga digunakan oleh para penerbang TNI AU yang tergabung dalam tim aerobatik Dynamic Pegasus untuk unjuk aksi dan kebolehan mereka dalam melakukan manuver udara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.