KSAD: Banggakan Orang Tua Kalian

Bandung, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan kunjungan ke Pusat Pendidikan Korps Wanita Angkatan Darat (Pusdik Kowad) di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Rabu, (28/9).
Pada kunjungannya, Dudung mengecek secara langsung kondisi 170 Prajurit Siswa (Prasis) Kowad yang sedang melaksanakan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AD usai dibuka pada 23 September 2022 yang lalu, serta meninjau sarana dan prasarana pendidikan di Pusdik Kowad tersebut.
Dudung berpesan agar para Prasis Kowad untuk selalu belajar dan berlatih dengan baik selama mengikuti pendidikan, sehingga dapat dilantik menjadi prajurit TNI AD dan menjadi kebanggaan bagi orang tua, keluarga serta lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Oleh karenanya kalian ikuti pendidikan ini sebaik-baiknya. Ikuti proses belajar mengajar dan latihan di Lembaga pendidikan dengan senang hati,” pesan Dudung.
Dudung berharap semua Prasis Kowad dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan serta disiplin dan taat mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh lembaga pendidikan, yang nantinya menjadi bekal saat melaksanakan tugas kedinasan di Satuan TNI AD. (gin)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































