HANKAM

Deretan Penghargaan yang Didapat Prajurit Satgas TNI Konga UNIFIL Usai Misi di Lebanon

Satuan Tugas Kontingen Garuda
Sebanyak 1.087 prajurit Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) TNI UNIFIL 2024 kembali ke Tanah Air setelah mengemban misi sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon. (Foto: PMPP TNI)

Jakarta, IDM - Sebanyak 1.087 prajurit Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) TNI UNIFIL 2024 kembali ke Tanah Air setelah mengemban misi sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon. Kedatangan para prajurit ini disambut melalui sebuah upacara militer, bertempat di Lapangan PRIMA, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan usai berhasil menjalankan tugasnya ini, para prajurit mendapatkan sejumlah penghargaan (reward).

Baca Juga: Latihan Cakra A 2025, TNI AU Lakukan Force Down Pesawat Asing dengan F-16

"Jadi memang ada reward kepada satgas kita ini, kira-kira bentuk penghargaan atas partisipasi mereka selama di daerah penugasan," kata Kristomei di Mabes Cilangkap, Jakarta Timur.

Ia merinci sejumlah penghargaan tersebut diantaranya medali kehormatan dari PBB (UN medal), medali Satyalancana Shanti Dharma, Satyalancana Kebudayaan (diberikan sebagai duta kebudayaan), brevet pasukan perdamaian, penghargaan dari Lebanase Armed Forces (LAF Medal), kemudian Tanzania Medal (medali dari pasukan-pasukan yang ikut terlibat sebagai kontingen).

Baca Juga: Sukses Manfaatkan Lahan Tidur, TNI AL Panen 500 Ton Beras

Lebih lanjut Kristomei mengatakan setelah kembalinya Satgas ini, ke depan TNI terus melakukan evaluasi untuk menyesuaikan doktrin latihan untuk persiapan-persiapan satgas berikutnya.

"Kita dari sejak tahun 2006 sampai dengan hari ini, kita selalu mengevaluasi, kemudian mengikuti perkembangan bagaimana tugas-tugas kita di daerah operasi itu. Jadi, kira-kira dari pengalaman-pengalman pasukan sebelumnya yang pernah bertugas, apa yang pernah dihadapi, nah itu yang kita sesuaikan untuk doktrin kita latihkan kepada pasukan perdamaian kita yang berikutnya," tutup Kristomei. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.