Denpal Divif 1 Kostrad Ciptakan Inovasi Pompa Pengisian BBM Double Filter System

Jakarta, IDM - Detasemen Peralatan (Denpal) Divisi Infanteri (Divif) 1 Kostrad menciptakan inovasi pompa pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bernama Double Filter System.
Dilansir keterangan resmi Pendenpal Divif 1 Kostrad, Selasa, (2/4) disebutkan penyebab atau faktor utama terjadinya kerusakan pada injector kendaraan dengan sistem commonrail injection adalah kualitas bahan bakar solar yang digunakan.
Baca Juga: Viral Prajurit TNI Prewedding Pake Tank, Ini Penjelasan TNI AD
"Berdasarkan spesifikasi mesin kendaraan tersebut, membutuhkan solar dengan kualitas yang baik dengan kadar sulfur yang rendah dan indeks angka cetan number yang tinggi. Apabila kotoran tersebut dibiarkan, maka filter solar akan menjadi cepat kotor dan akan terjadi penumpukan kotoran atau endapan yang mengakibat kerusakan pada injector," tulis keterangan Pendenpal Divif 1 Kostrad.
Baca Juga: Tiga Komandan Brigif di Yonif 754/ENK Naik Pangkat Jadi Kolonel, Ini Nama-namanya
Karena hal ini dan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada komponen injector, satuan denpal divif 1 kostrad berupaya dengan menciptakan inovasi, alat pompa pengisian bahan bakar double filter system. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































