Dari Tamtama hingga Perwira, Puluhan Personel TNI AU Ikuti Penataran Kemiliteran Tahun 2023

Jakarta, IDM - Sebanyak 65 personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengikuti Penataran Kemiliteran Angkatan ke-III tahun 2023 di Puskom ASN, Bekasi, Selasa (29/8).
Puluhan personel tersebut berasal dari seluruh satuan dan jajaran TNI AU dengan berbagai kepangkatan, mulai dari tamtama, bintara, perwira pertama (Pama) hingga perwira menengah (Pamen). Nantinya, mereka akan mengikuti kegiatan penataran ini selama 5 hari, sampai 1 September 2023.
Baca Juga: 14 Perwira TNI AL Selesai Pendidikan di Lemhannas, Ini Pesan KSAL
Penataran Kemilitrean ini dibuka secara resmi oleh Wakil Asisten Personel (Waaspers) KSAU, Marsma TNI Bob Henry Panggabean dengan upacara militer. Tema kegiatan yang diusung pada tahun ini adalah “Tarmil Membentuk Jiwa Profesional, Militan, Berkarakter dan Disiplin Tinggi dalam Setiap Tugas".

Melansir keterangan TNI AU, Rabu (30/8) dijelaskan bahwa penataran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan ilmu kemiliteran dan sikap sebagai prajurit. Selain itu, penataran kemiliteran juga berfungsi sebagai sarana untuk menyamakan persepsi dalam tugas keseharian di satuan jajaran masing-masing.
Baca Juga: Jelang SGS 2023, KRI GNR-332 dan KRI SHN-366 Unjuk Kemampuan Manuver di Laut Jawa
Adapun materi yang akan diterima oleh para peserta meliputi Peraturan Penghormatan Militer (PPM), Tata Upacara Militer (TUM), Peraturan Baris Berbaris (PBB), dan perubahan-perubahan yang ada pada Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































