HANKAM

Dari Lokasi Tragedi ke Simbol Damai, Warga Kisor Papua Resmikan Tugu Marinir Habema

Warga di Kampung Kisor
Warga di Kampung Kisor dan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/Satria Bhumi Yudha meresmikan Tugu Marinir Habema di Distrik Aifat Selatan, Papua Barat Daya, Sabtu (6/12). (Foto: Dok. Korps Marinir)

Jakarta, IDM – Suasana haru terasa di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Papua Barat Daya, Sabtu (6/12). Warga bersama Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/Satria Bhumi Yudha meresmikan Tugu Marinir Habema dan memberikan gelar adat kehormatan.

Kisor sebelumnya dikenal sebagai lokasi tragedi pada 2021, ketika Pos Ramil (Rayon Militer) Kisor diserang kelompok separatis dan menimbulkan korban jiwa. Empat tahun berlalu, masyarakat mulai bangkit dan menata hidup dengan dukungan aparat yang hadir lewat pendekatan humanis.

Sejak tiba di wilayah itu, prajurit Yonif 10 Marinir aktif bergerak. Mereka menjalankan kegiatan teritorial, pelayanan sosial, hingga membantu pembangunan fasilitas umum.

Baca Juga: TNI AL Siapkan 2 Tim Penyembuhan Trauma Korban Banjir-Longsor Sumatra

"Pola pendekatan yang merangkul warga membuat hubungan aparat dan masyarakat semakin dekat," ucap Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Korps Marinir Kolonel (Mar) Aang Andy Warta, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (8/12).

Pemberian gelar adat kehormatan
Pemberian gelar adat kehormatan Apan Mana atau kepala perang kepada Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/Satria Bhumi Yudha Letkol (Mar) Aris Moko. (Foto: Dok. Korps Marinir)

Puncaknya, dalam upacara adat yang digelar khidmat, masyarakat Aifat Raya memberikan gelar kehormatan Apan Mana, yang berarti kepala perang atau panglima perang, kepada Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/Satria Bhumi Yudha Letkol (Mar) Aris Moko.

"Gelar itu diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan komitmen para prajurit menjaga keamanan sekaligus merawat kepercayaan warga," jelas Aang.

Baca Juga: Tiga Kapal Perang Cina Masuk Jakarta, Apa Misinya?

Gelar tersebut juga menandai bahwa komandan satgas dan seluruh prajurit Marinir diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Aifat Raya.

Setelah prosesi adat, acara berlanjut dengan peresmian Tugu Marinir Habema, monumen yang dibangun bersama warga sebagai simbol pengabdian satgas Marinir di wilayah itu. Tugu ini diharapkan menjadi penanda perjalanan Kisor, dari lokasi tragedi menjadi ruang persaudaraan dan kedamaian. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.