Danrindam V/Brawijaya Tutup Prodi Pendidikan Pembentukan Bintara TNI AD

Jakarta, IDM - Komandan Resimen Induk Kodam V/Brawijaya, Kolonel Inf Mukhamad Albar mewakili Pangdam V/Brawijaya memimpin upacara penutupan pendidikan pembentukan bintara (Diktuba) TNI AD di Sukorejo, Jember, Jawa Timur, Senin (27/5).
Kepada 277 mantan siswa Secaba yang secara resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD berpangkat sersan dua ini, Albar memberikan ucapan selamat dan apresiasi.
Baca Juga: Benarkah TNI Usir Pasien di RSUD Madi, Paniai?
“Selanjutnya mereka akan melanjutkan pendidikan kecabangan. Pendidikan kecabangan pada dasarnya bertujuan untuk membekali mereka agar siap bertugas sebagai prajurit yang profesional di seluruh Satuan jajaran TNI-Angkatan Darat,” ucapnya.
“Bahwa Prajurit Bintara memiliki peranan penting dalam mendukung tugas Satuan melalui penguasaan ilmu dan keterampilan teknis militer sesuai fungsi dan tugas,” lanjut Albar.
Baca Juga: Disaksikan Panglima TNI, Hadi Gandeng Tangan Kapolri dan Jaksa Agung, Sejukan Suasana
Oleh sebab itu, menurutnya, prajurit bintara dituntut untuk benar-benar menguasai tugas pokoknya dengan meningkatkan motivasi belajar dan berlatih yang harus dilakukan oleh seorang prajurit Bintara”.
"Keberhasilan yang telah di raih ini bukan akhir dari tercapainya cita-cita tetapi merupakan tahap awal dalam perjalanan mendarmabaktikan diri kepada negara dan bangsa Indonesia sebagai prajurit TNI Angkatan Darat melalui penguasaan ilmu pengetahuan serta keterampilan teknis militer yang telah didapatkan selama mengikuti pendidikan di Secaba", tutup Albar. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































