Danpussenarmed Resmikan Field Artillery Training Centre

Cimahi,IDM - Kepala Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed) Mayjen TNI Totok Imam Santoso meresmikan renovasi Taman Gunner (Field Artillery Training Centre) di Pusdikarmed, Jumat (19/8).
Totok menyampaikan bahwa peresmian Taman Gunner termasuk renovasi gapura dan tembok adalah sebagai bentuk sumbangan kepada Pusdikarmed yang merupakan training centre bagi prajurit.
Bentuk sumbangsih dari komandan ini tentu menjadi motivasi dan kebanggaan para siswa yang mengikuti pendidikan di Armed.

Totok juga mengungkapkan dengan adanya Taman Gunner yang berada tepat di pintu masuk ini bertujuan untuk menambah keindahan dan sekaligus marwah Pusdikarmed sebagai center of excellence serta sebagai ciri khas tersendiri bagi Armed.
“Harapannya, ke depan Taman Gunner ini akan menjadi icon yg juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai salah alternatif wisata militer,” ungkap Perwira Tinggi Angkatan Darat lulusan Akmil 1989 ini.
Pada acara tersebut juga turut dihadiri oleh perwakilan Desta Akmil 89, seluruh PJU Pussenarmed dan Pusdikarmed, purnawirawan Armed, Persit serta seluruh anggota Pussenarmed dan Pusdikarmed. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































