HANKAM

Danpuspenerbal Terima Brevet Kehormatan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik

Asops KSAL Laksamana Muda Paulus Rahmad Wahyudi
Asops KSAL Laksamana Muda Paulus Rahmad Wahyudi menyematkan brevet kehormatan kesehatan penyelaman dan hiperbarik kepada Danpuspenerbal Laksamana Muda Imam Musani dan sejumlah pejabat lainnya di Surabaya. (Foto: Dok. Pen Puspenerbal)

Jakarta, IDM - Komandan Pusat Penerbangan TNl AL (Danpuspenerbal) Laksamana Muda Imam Musani menerima brevet kehormatan kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik, disematkan Asops KSAL Laksamana Muda Paulus Rahmad Wahyudi, Surabaya, Selasa (10/10).

Selain Imam, sejumlah pejabat lainnya mendapatkan brevet tersebut, yaitu Khofifah Indar Parawangsa, Pangdam V Brawijaya Mayjen Farid Makruf, Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, Danpasmar 2 Brigjen (Mar) Rudy Sulistyanto, dan Danlantamal V Laksamana Pertama Eko Wahjono.

Paulus menyampaikan, penyematan brevet ini adalah rangkaian peringatan Hari Kesehatan TNI AL yang jatuh pada 9 Oktober.

Baca Juga: Tiga Kapal Perang India Masuk Jakarta, Pasukan Hantu Laut Marinir Siaga

"Kesehatan hiperbarik merupakan bagian dari kesehatan matra laut yang menjadi ciri khas kesehatan TNI AL," ujarnya dikutip dari keterangan Pen Puspenerbal, Rabu (11/10).

Asops KSAL Laksamana Muda Paulus Rahmad Wahyudi
(Foto: Dok. Pen Puspenerbal)

Menurutnya, brevet Kesehatan Hiperbarik adalah kebanggaan bagi anggota Kesehatan TNI AL. Penyandang brevet ini berarti memiliki kualifikasi di bidang kesehatan hiperbarik, seperti kemampuan dasar menyelam, menangani kasus kedaruratan hiperbarik.

"Mengoperasikan ruang udara bertekanan tinggi dan memahami indikasi, kontra indikasi dan efek samping penggunaan ruang udara bertekanan tinggi serta cara penanganannya," jelasnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kerja Sama Perawatan Mesin Pesawat Tempur, KSAU Kunjungi Safran Aircraft Engines Prancis

Brevet ini, lanjut Paulus, juga dapat diberikan kepada anggota TNI AL atau pihak lain yang berjasa bagi pengembangan kesehatan penyelaman dan hiperbarik sebagai brevet kehormatan dengan persetujuan KSAL.

Ia berharap dengan penganugerahan brevet kehormatan kesehatan penyelaman dan hiperbarik ini dapat digunakan sebagai pemicu meningkatkan kerja sama.

"Guna mewujudkan komitmen kita bersama untuk lebih mengembangkan kesehatan penyelaman dan Hiperbarik dilingkungan TNI AL di masa yang akan datang," tandasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.