Danpuspenerbal Saksikan Uji Coba Peluncuran Drone Scan Eagle

Jakarta, IDM - Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan menyaksikan uji coba peluncuran drone Scan Eagle pada Kamis (19/5). Uji coba tersebut diselenggarakan di Apron skadron 100 wing udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.
Berbicara mengenai spesifikasi Drone Scan Eagle, drone tersebut dapat terbang di atas 15.000 kaki atau 4.572 meter dan dapat digunakan di medan perang dengan misi yang diperpanjang hingga 20 jam. Drone tersebut memiliki bobot maksimum take off atau lepas landas yaitu 22 kilogram dan digerakkan dengan mesin piston model pusher yang memiliki daya 15 hp.
Selain itu, kecepatan terbang dari Scan Eagle di kisaran 111 km/jam dengan kecepatan maksimum 148 km/jam. Sedangkan, batas ketinggian terbang mencapai 5.950 meter. Selain itu, pesawat udara tanpa awak (PUTA) Scan Eagle merupakan pesawat yang mampu melaksanakan fungsi ISR (intelligent, surveillance and reconnaissance) merupakan salah satu unsur PUTA skadron 700 wing udara 2 Puspenerbal.
Skadron udara 700 merupakan satuan yang berkemampuan khusus guna melayani operasional pesawat udara tanpa awak (PUTA). Dahulunya, Scan Eagle diterima oleh Filipina dan Malaysia melalui program hibah Maritime Security Initiative.
Nantinya, Indonesia akan mendapat 14 unit Scan Eagle dan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 10 miliar untuk mengintegrasikan serta memastikan data dari peralatan ini dengan Alutsista yang lain. Proyek ini akan dihibahkan kepada PT LEN yang tugasnya melakukan integrasi sistem pada drone.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) pernah meresmikan dua skadron baru, yaitu skadron udara 100 anti kapal selam (AKS) dan skadron udara 700 pesawat udara tanpa awak (PUTA). Pada HUT Penerbangan TNI AL ke-65 memperlihatkan Drone intai Scan Eagle pada Juni 2021. (BFM)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































