HANKAM

Danpuslatlekdalsen Resmi Dijabat Kolonel Laut Irwan

Danpuslatlekdalsen Resmi Dijabat Kolonel Laut Irwan
Serah terima jabatan Danpuslatlekdalsen Kodiklatal Kolonel Laut (P) Irwan Shobirin. (Pen Kodiklatal)

Surabaya, IDM - Komandan Pusat Latihan Elektronika dan Sistem Kendali Senjata (Danpuslatlekdalsen) Kodiklatal resmi dijabat Kolonel Laut (P) Irwan Shobirin.

Komandan Kodiklatal (Dankodiklatal) Letnan Jenderal TNI (Mar) Suhartono, menyerahkan jabatan tersebut dalam upacara serah terima jabatan yang dilaksanakan di Gedung RE Martadinata, Kesatrian Kodiklatal Bumimoro Surabaya, Kamis (25/8).

Puslatlekdalsen Kodiklatal memiliki tugas membantu Dankodiklatal dalam penyelenggaraan latihan praktek (lattek) di bidang elektronika kendali senjata yang meliputi alat indra, kendali senjata, alat navigasi, komunikasi dan alat kendali permesinan.

Selain itu, Puslatlekdalsen juga menyelenggarakan serta mengevaluasi hasil latihan aplikasi taktik operasi laut bagi para siswa, dan menyiapkan fasilitasnya dalam rangka uji coba hasil pengembangan taktik, pemeliharaan atau perawatan software komputer taktik serta melaksanakan pembinaan seluruh jajaran. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.