Danpuskopaska Harap Latihan Bersama US MSOT Tingkatkan Kemampuan Prajurit

Surabaya, IDM - Latihan JCET Lantern Thunder Iron 2022 antara Kopaska dan US Marine Special Operation Team (MSOT) resmi ditutup Danpuskopaska Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, Surabaya, Senin (22/8). Ia berharap, latihan tahunan itu dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit matra laut.
"Terselenggaranya latihan tahunan yang terfokus pada materi pokok Maritime Interdiction Operation (MIO), diharapkan meningkatkan kemampuan teknik maupun taktik perorangan maupun tim, sesuai perkembangan situasi dan kemajuan teknologi militer," tutur Yudhi, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (23/8).
Yudhi menyadari, kecanggihan peralatan militer tidak akan ada artinya tanpa dukungan prajurit yang profesional. Ia menilai, peran prajurit profesional berdampingan pula dengan peralatan tempur modern, hal ini akan sangat membantu pelaksanaan tugas TNI AL.
"Prajurit profesional dan alutsista modern berperan dalam menjaga kedaulatan NKRI dari segala bentuk ancaman, khususnya sektor maritim," kata Yudhi.
Sebelumnya, latihan JCET Lantern Thunder Iron 2022 antara Kopaska dan US Marine Special Operation Team (MSOT) dimulai dari 1-22 Agustus, melibatkan 124 prajurit yang terdiri dari 39 personel Satkopaska Koarmada II, 72 personel Puskopaska, dan 13 personel US Marine.
Latihan ini adalah wujud implementasi hubungan bilateral antara Indonesia-Amerika Serikat (AS) di bidang pertahanan, dan bertujuan meningkatkan kualitas, profesionalisme serta kerja sama dua negara, khususnya sektor maritim. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































