Danlanud ABD Ungkap Tujuan Pendidikan KPTPA: Pemenuhan Kebutuhan Personel Penerbang Pesawat Angkut

Jakarta, IDM – Komandan Lanud Abdulrachman Saleh (Danlanud ABD) Marsma TNI Firman Wirayuda mengungkapkan, pendidikan Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Angkut (KPTPA) merupakan upaya pemenuhan kebutuhan personel, khususnya penerbang pesawat angkut.
Melalui pendidikan tersebut maka upaya TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah selangkah lebih maju. Program pendidikan tersebut diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan serta kesiapsiagaan TNI AU dalam mengemban tugas di masa depan yang semakin kompleks, diiringi dengan tuntutan tugas yang tidak ringan.
Baca Juga: KSAD: TNI AD Sudah Bentuk 1740 Kampung Pancasila di Seluruh Indonesia
Hal tersebut disampaikan Danlanud Abdulrachman Saleh dalam sambutannya saat secara resmi menutup Pendidikan Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Angkut (KPTPA) Angkatan ke-8 (A-8) di Apron Skadron Udara 4, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (20/12).

Dilansir dari keterangan Penerangan Lanud Abdulrachman Saleh, Sabtu (21/12) dijelaskan, pendidikan KPTPA pada angkatan ke-8 ini diikuti oleh 7 siswa penerbang lulusan Sesarcab (Sekolah Dasar Kecabangan) Penerbang yang dijuruskan ke pesawat angkut. Mereka berasal dari sejumlah skadron angkut TNI AU, di antaranya Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta; Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar; dan Skadron Udara 27 Lanud Manuhua Biak Numfor.
Selain itu, terdapat siswa yang berasal dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta; Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang; serta Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar. Keseluruhan rangkaian pendidikan harus mereka tempuh dalam periode 6 bulan.
Baca Juga: KSAD: Prabowo Kucurkan Dana Rp12 Triliun Khusus Program Irigasi
Kepada para lulusan, Marsma TNI Firman berpesan agar mereka dapat terus belajar serta berlatih untuk menjadi penerbang pesawat angkut yang andal serta profesional. “Jaga kesehatan dan kesemaptaan karena kalian masih akan menempuh pendidikan transisi di satuan masing-masing, menjadi awak pesawat khususnya penerbang,” kata Firman.
“Di samping dibutuhkan personel yang disiplin, loyal dan berdedikasi, kalian juga harus senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya serta menjaga kesamaptaan yang prima,” pungkas Danlanud Abdulrachman Saleh. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































