TNI AL Akan Manfaatkan Budidaya Ikan untuk Tambah Lauk Makan Bergizi Gratis

Jakarta, IDM – TNI AL akan memanfaatkan budidaya ikan di sejumlah Pangkalan Angkatan Laut (Lantamal) untuk menambah variasi lauk pada program makan bergizi gratis.
"Dari kita beberapa Lantamal dan Kampung Bahari Nusantara (KBN) itu sudah memiliki keramba-keramba ikan," ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, di Jakarta, Jumat (20/12).
Ali melanjutkan, budidaya ikan ini memang termasuk salah satu program kerja TNI AL dalam pembinaan potensi maritim (Binpotmar) melalui program Kampung Bahari Nusantara. Adapun tercatat sejak 2019, TNI AL memiliki 212 Kampung Bahari Nusantara yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui budidaya ikan yang dilakukan di beberapa Lantamal dan memanfaatkan masyarakat nelayan di Kampung Bahari Nusantara, Ali berharap TNI AL mampu mendukung program makan gratis dengan menambah lauk ikan agar anak-anak mendapatkan gizi yang lebih tinggi.
Baca Juga: Wingday SPL Batch 7, Komandan Lanud Adi Soemarmo Raih Sertifikat dan Sport Pilot License
"Jadi, ini saling menguntungkan. Kita beli lauk dari mereka (nelayan binaan Kampung Bahari Nusantara) atau dari hasil budidaya prajurit sendiri (di setiap satuan)" ujar Ali.
"Budidaya ikan ini kita harapkan bisa mendukung makan bergizi dan kita tahu sendiri, ikan gizinya cukup tinggi. Kita juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah dari Dinas Perikanan Daerah yang juga ada program 'Gemar Makan Ikan' nah ini kita padukan," tambahnya.
Adapun pada hari ini, TNI AL menggelar uji coba makan bergizi gratis di 18 titik wilayah Indonesia. Secara terpusat, program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini dilaksanakan oleh TNI AL di Pasmar 1, yakni di Kesatrian Hartono Marinir, Cilandak, Jakarta.
Di Pasmar 1, TNI AL memberikan ratusan porsi makan bergizi gratis kepada 200 siswa SD Cilandak 1, 2, dan 3. Pantauan Indonesia Defense Magazine, selama kegiatan tersebut berlangsung, setiap siswa mendapatkan nasi, lauk dan pauk yang terdiri dari telur dadar, ayam goreng, sayuran hingga buah pisang dan susu cokelat.
Baca Juga: Wakil KSAD Dampingi Panglima TNI Resmikan Program Ketahanan Pangan dan Jembatan Gantung Merah Putih
Sementara Ali mengungkapkan, porsi makanan gratis yang disajikan pada siang hari ini sudah mencukupi menu seharga Rp10 ribu dengan gizi yang terbilang cukup lengkap.
"Sudah mencukupi dengan nilai Rp10 ribu, sudah dengan 4 sehat 5 sempurna, ada susunya, buahnya, ada karbohidrat dan protein, sayurnya sudah ada, telurnya juga sudah ada," ungkap Ali.
Dia menekankan TNI AL berkomitmen mendukung program makan bergizi gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Dia menilai, program ini bagus untuk masyarakat, terutama mencerdaskan anak-anak bangsa.
"Nantinya, program ini akan bermanfaat untuk mencetak generasi-generasi unggulan dari putra-putri Indonesia," kata Ali. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































