Dankormar Membuka Diklat Selam (Two Star) POSSI-CMAS

Jakarta, IDM - Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto membuka kegiatan pelatihan instruktur selam jenjang B2 (TWO STAR) POSSI-CMAS dan instruktur spesialisasi oxygen administrator selama seminggu di Jakarta, Kamis (6/10).
Selaku Ketua Umum Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), Widodo mengatakan selam adalah salah satu olahraga yang banyak diminati masyarakat. Dikarenakan situasi pandemi mulai menurun, maka antusiasme masyarakat dalam berwisata mulai tinggi, termasuk wisata laut dan diving.
"Harapannya dengan diadakannya pelatihan ini, para instruktur akan menjadikan POSSI lebih baik dan profesional ke depannya," ujar Widodo dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (7/10).
POSSI sebagai induk organisasi selam tanah air adalah wadah pembinaan olahraga selam, baik prestasi, rekreasi, maupun profesi. POSSI juga telah diterima sebagai anggota Komite Olahraga Nasional (KONI) pusat serta rederasi olahraga selam dunia, Confederation Mondiale Des Activities Subaquatiques (CMAS).
Berdirinya POSSI berawal dari inisiatif TNI AL dengan mendirikan Instalasi Pusat Penyelaman dan Sekolah Penyelaman, sebagai konsekuensinya prajurit matra laut harus mampu menguasai serta memiliki kecakapan khusus dalam penyelaman. (at)
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































