Dankopasgat Pimpin Upacara Pelantikan Kenaikan Pangkat 28 Prajurit

Jakarta, IDM - Dankopasgat Marsda TNI Eris Widodo memimpin upacara pelantikan kenaikan pangkat dan penyerahan piagam penghargaan lomba logo peringatan HUT ke-76 TNI AU yang dilaksanakan di Lapangan Jingga Mako Kopasgat, Senin (4/4).
Upacara pelantikan periode 1 April 2022 diikuti oleh Perwira, Bintara, dan Tamtama. Sebanyak 28 prajurit Kopasgat yang naik pangkat terdiri dari 5 Perwira, 12 Bintara dan 12 Tamtama.

“Saya menekankan kepada seluruh prajurit dan PNS Kopasgat yang menjalankan ibadah puasa untuk pentingnya menjadikan ibadah puasa Ramadan 1443 Hijriyah sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan, membentuk jati diri, sikap ketaatan, kepekaan terhadap sesama umat manusia untuk berbagi dan saling mengasihi, dengan sasaran terakhir terbentuknya manusia yang bertaqwa. Sekalipun sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, kita tetap melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai prajurit seperti biasa,” ucap Eris.

Eris menyampaikan bahwa pemberian pangkat baru merupakan amanah yang harus dilaksanakan dan patut dibanggakan, serta disyukuri sebagai nikmat yang diterima yaitu wujud keberhasilan pelaksanaan tugas dan salah satu kesejahteraan bagi anggota serta keluarganya. (BFM)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































