Dankopasgat Menerima Kunjungan Kerja Kaskoopsudnas Di Mako Kopasgat

Bandung, IDM - Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat Komandan Kopasgat Marsekal Muda TNI Eris Widodo Yuliastono, menerima kunjungan Kas Komando Operasi Udara Nasional Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga, beserta para pejabat Koopsudnas Jumat (18/03).
Kas Komando Operasi Udara Nasional disambut hangat oleh Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat, beserta para Asisten dan para Kabalak Kopasgat, yang merupakan kunjungan perdana Kas Komando Operasi Udara Nasional.
Komandan Kopasgat Marsda TNI Eris Widodo Yuliastono dalam sambutanya saya berharap kunjungan kali ini, marsekal beserta rombongan berkesempatan meninjau dan melihat secara langsung markas komando kopasgat dan pusdiklat Pasgat, baik ditinjau dari aspek personel, materiil logistik, sarana dan prasarana latihan serta fasilitas lainnya. Dengan mengetahui situasi dan kondisi di mako kopasgat dan pusdiklat pasgat secara langsung, apa yang diperoleh dapat dijadikan sebagai bahan kajian dan masukan bagi pimpinan dalam rangka menentukan kebijakan selanjutnya.
Komandan Pusdiklat Pasgat akan menyampaikan paparan tentang situasi dan kondisi Pusdiklat Pasgat sampai dengan triwulan I tahun 2022 sebagai bahan informasi bagi kita semua. (gin)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































