Dankolatmar Berpesan Prajurit Jangan Terbiasa Bekerja Normatif

Surabaya, IDM - Di tengah evaluasi kinerja jajaran Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar), Dankolatmar Kolonel (Mar) I Made Sukada menegaskan para prajurit harus berpikir inovatif untuk menciptakan perubahan yang lebih baik.
"Jangan biasakan bekerja normatif. Berpikirlah inovatif," tegas Sukada, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (27/9).
Ia mengingatkan para prajurit untuk mencurahkan waktu emi kemajuan satuan, menyelesaikan permasalahan satuan secara tuntas dan semua kegiatan harus dilengkapi administrasi dengan tertib dan benar.
Sukada menyampaikan, agar para Komandan Satuan Pelaksana (Dansatlak) selalu menekankan kepada perwira maupun prajurit pelatih di bawah satuannya untuk selalu memelihara kemampuan.
"Laksanakan rencana dan program pembinaan melalui latihan, penelitian, pengkajian serta pengembangan taktik dan prosedur dalam rangka pembinaan kekuatan Marinir," kata Sukada.
"Jangan bosan dan takut berkoordinasi dengan staf terkait kesatuan samping maupun ke satuan atas sehingga tugas-tugas sesuai dengan apa yang dikehendaki satuan atas kita," imbuhnya. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































