Danjen Kopassus Ingin Prajurit Kopassus Kuasai Teknologi Modern dengan Baik dan Cepat

Jakarta, IDM – Hari ini, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD genap berusia ke-72 tahun. Pasukan elite ini juga baru saja memiliki Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus yang baru yaitu Mayjen TNI Djon Afriandi.
Pada bulan Maret 2024 lalu, Danjen Djon Afriandi saat sertijab dari Danjen lama Mayjen TNI Deddy Suryadi mengatakan ingin prajurit Kopassus ke depan harus bisa menggunakan semua teknologi modern dengan baik dan tepat.
Baca Juga: Aksi Heroik Lettu Darwis Bantu Korban Tabrakan Beruntun
"Profesional, modern dan adaptif saja tidak cukup untuk seorang prajuriti Kopassus. Kita harapkan juga memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat, sehingga dia punya karakter yang hebat. Itu bisa mendukung profesionalisme, adaptif dia dan bisa menggunakan semua teknologi modern dengan baik dan tepat," kata Djon Afriandi saat itu.
Lebih lanjut Djon mengatakan akan melanjutkan hal baik yang sudah dilakukan serta mengajak seluruh pasukannya untuk membangun Kopassus dengan hati.
Baca Juga: Mayjen Choirul Anam Pimpin Exit Briefing Pangdivif 3 Kostrad
"Mari kita membangun Kopassus dengan hati. Berikan yang terbaik dari kemampuan kita, jadikanlah Kopassus pasukan yang profesional, adaptif, modern dan tetap didasari keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prioritas intinya adalah melanjutkan apa yang sudah baik. Kita harus profesional, adaptif dengan perkembangan yang terjadi saat sekarang, dan harus mengikuti perkembangan teknologi. Sehingga prajurit kopassus kedepannya diharapkan modern," pungkasnya. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































