Danalanal Yogyakarta Beri Pembekalan 189 Calon Siswa Bintara Perwira Karir

Yogyakarta, IDM - Sebanyak 189 orang calon siswa Bintara Prajurit Karir TNI AL Gelombang II 2022, diberangkatkan ke Surabaya untuk seleksi lanjutan di Panda Lantamal V Surabaya serta mendapat arahan dan pembekalan oleh Danlanal Yogyakarta Kolonel Laut (KH/W) Damayanti, Selasa (30/8).
Dikutip dari keterangan Pen Lanal Yogyakarta, Rabu (31/8), 189 orang calon siswa terdiri dari 144 pria dan 45 perempuan. Pembekalan yang ditujukan kepada mereka, dalam rangka memberikan semangat dan motivasi terhadap para calon siswa agar dapat ikut seleksi tahap berikutnya di Panda Lantamal V Surabaya.
Seleksi tersebit meliputi materi psikotes, mental ideologi, dan kesehatan jiwa. Jika calon dinyatakan lulus seleksi Panda Lantamal V.
Selanjutnya, para calon akan dikirimkan ke Lapetal Malang mengikuti tahap Pantukhir Pusat, para calon akan berkompetisi dengan calon-calon Panda lainnya dari seluruh Indonesia.
Adapun, para Casis Bintara tersebut sebelumnya telah bersaing mengikuti seleksi Sub Panda Lanal Yogyakarta meliputi Kesehatan dan Kesamaptaan Jasmani, dengan jumlah animo pendaftar calon siswa Bintara Prajurit Karir Gelombang II 2,022 TNI AL 730 orang, pria 569 orang, perempuan 161 orang. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































