HANKAM

Dampak Konflik AS dan Iran Masih Meluas, Panglima TNI Minta Prajurit Tetap Siaga

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meminta prajurit tetap menjaga kesiapsiagaan di wilayah masing-masing. Pesan tersebut disampaikan dalam amanat upacara bendera bulanan kepada seluruh satuan TNI.

Dalam amanat yang dibacakan Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi di Lapangan Dirgantara, Surakarta, Jawa Tengah, Senin (20/4), Panglima TNI menyoroti berbagai dinamika global yang turut memengaruhi kondisi nasional dan kinerja organisasi TNI.

“Ketegangan konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang masih berlangsung memberikan dampak luas, termasuk terhadap stabilitas politik dan ekonomi. Selain itu, TNI juga kehilangan sejumlah prajurit terbaik yang bertugas di wilayah perbatasan Israel-Lebanon,” kata Jenderal Agus Subiyanto, dikutip dari tni.mil.id, Selasa (21/4).

Baca Juga: Kopaska TNI AL Simulasi Operasi Khusus dari Rebut Pesawat hingga Penanganan Bom

Lebih lanjut, Agus menyampaikan, krisis energi global turut mendorong kebijakan efisiensi anggaran dan energi, termasuk penerapan kerja dari rumah (WFH) setiap hari Jumat.

“Di tengah situasi tersebut, kesiapsiagaan dan kewaspadaan prajurit tetap harus dijaga di setiap wilayah tugas,” ujar Panglima TNI.

Panglima TNI juga menyoroti masih adanya pelanggaran hukum yang melibatkan oknum prajurit. Hal tersebut dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Baca Juga: Marinir Perketat Pengamanan Pulau Rondo Aceh, Pantau Aktivitas Ilegal

Oleh karena itu, seluruh personel diminta meningkatkan kehati-hatian, menjunjung tinggi hukum, serta menjaga sikap dalam setiap tindakan.

Terkait penggunaan media sosial, prajurit dan PNS TNI diingatkan untuk bersikap bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun provokasi yang beredar.

Media sosial dinilai menjadi ruang strategis yang dapat memperkuat atau justru merusak persatuan bangsa. Dalam konteks tersebut, prajurit diharapkan aktif menyampaikan informasi positif serta memberikan respons santun ketika institusi dirugikan oleh informasi yang tidak benar. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.