Dalam Rangka Menyambut HUT ke-76 TNI AU, Lanud Iswahjudi dan Insub Ziarah ke TMP Madiun dan Magetan

Madiun, IDM - Jelang HUT ke-76 TNI Angkatan Udara, Lanud Iswahjudi melaksanakan ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan Madiun. Ziarah ini dipimpin oleh Dandepohar 80 Kolonel Tek Royke C. Manusiwa, Jumat (8/4/).
Ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta dan peletakan karangan bunga serta dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan oleh seluruh peserta ziarah.

Ziarah ini bertujuan untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa arwah para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut, membela dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini merupakan komitmen TNI Angkatan Udara khususnya Lanud Iswahjudi dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya.
Bersamaan dengan pelaksanaan ziarah di TMP Madiun, juga digelar ziarah rombongan di TMP Yudonegoro Magetan dengan pimpinan ziarah Dandepohar 20 Kolonel Lek Agus Himawan, yang diikuti pula oleh segenap pejabat dan personel Lanud Iswahjudi dan Insub serta Ibu-ibu PIA Ardhya Garini.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































