HANKAM

Daftar Nama 18 Pati TNI AD yang Naik Pangkat Februari 2025

Mabesad
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin Acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi (Pati) TNI AD di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Kamis, (13/2). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Hari Kamis, (13/2/2025) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin Acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi (Pati) TNI AD di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad).

Total ada 18 Pati yang menerima kenaikan pangkat, terdiri dari 2 perwira berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) dan 16 perwira berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Maruli pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan amanah yang berimplikasi pada tanggung jawab yang lebih besar. Disamping memberikan ruang dan kesempatan lebih luas untuk mengaktualisasikan visi, idealisme, serta kontribusi nyata bagi kemajuan institusi.

Baca Juga: Kala Pasukan Kuda TNI AD Sambut Kedatangan Erdogan

“Manfaatkan momentum ini untuk terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan demi membangun TNI Angkatan Darat yang modern, tangguh, dan profesional,” katanya.

Mabesad
(Foto: Dok. Dispenad)

Ia juga mengimbau para perwira untuk menjadi teladan dan inspirasi bagi satuan yang mereka pimpin. Sebab ia meyakini kepemimpinan yang kuat akan menciptakan satuan yang solid, profesional, serta memberikan manfaat bagi bangsa, negara, dan masyarakat sekitar.

Maruli berharap para perwira mampu menyampaikan konsep dan rencana strategis yang akan dicanangkan ke depan, sehingga instansi di luar struktur Angkatan Darat dapat memahami pencapaian yang telah dilakukan jajaran TNI AD. Selain itu, Maruli menekankan pentingnya untuk selalu memantau pidato Presiden, agar para perwira memahami perkembangan dan kebijakan yang tengah menjadi perhatian nasional.

Baca Juga: Beri Pengarahan kepada Satgas Kopasgat di Kenyam, KSAU Soroti Kewaspadaan dan Profesionalisme

“Saya cukup optimis dengan kemauan dan target yang direncanakan oleh Presiden Prabowo. Bagaimana anggaran ini akan mendukung penyediaan makanan bergizi, pertanian, dan pertahanan, sehingga kita bisa menjadi corong bagi lapisan masyarakat,” kata Maruli.

Berikut daftar lengkap nama 18 Pati TNI AD yang naik pangkat

  1. Mayjen TNI Tri Nugraha Hartanta.
  2. Mayjen TNI Deddy Irianto L.
  3. Brigjen TNI Firyawan.
  4. Brigjen TNI I Ketut Arthajaya.
  5. Brigjen TNI Agus Wahju Nugroho.
  6. Brigjen TNI Enjang.
  7. Brigjen TNI Mohammad Sjahroni.
  8. Brigjen TNI Made Maha Yudhiksa.
  9. Brigjen TNI I Made Tirka Nurgaduh.
  10. Brigjen TNI Mulyadi.
  11. Brigjen TNI Kustianto Harijadi.
  12. Brigjen TNI Achmad Jadi Didy Surachman. 13. Brigjen TNI Vivin Alivianto.
  13. Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso.
  14. Brigjen TNI Andrian Susanto.
  15. Brigjen TNI Johanes Toar Pioh.
  16. Brigjen TNI Albertus Magnus Suharyadi.
  17. Brigjen TNI I Nyoman Linggih. (rr)
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.