Beri Pengarahan kepada Satgas Kopasgat di Kenyam, KSAU Soroti Kewaspadaan dan Profesionalisme

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menyoroti pentingnya kewaspadaan serta profesionalisme dalam menjalankan tugas pengamanan di wilayah Papua.
Hal tersebut disampaikan KSAU saat memberi pengarahan kepada satuan tugas (Satgas) Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) yang bertugas di kota Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Rabu (12/2).
Baca Juga: MNEK 2025, Danpuspenerbal Lepas Kru Sub Satuan Tugas Udara Menuju Bali
“Selalu utamakan keselamatan dalam bertugas serta menjaga sinergi dengan satuan lainnya guna menciptakan situasi yang kondusif,” kata Tonny dikutip dari keterangan resmi Dispenau, Kamis (13/2).

KSAU juga mengapresiasi dedikasi serta loyalitas para prajurit Kopasgat dalam menjaga kedaulatan serta memastikan stabilitas keamanan di daerah operasi.
Baca Juga: Kala Pasukan Kuda TNI AD Sambut Kedatangan Erdogan
Pada kesempatan yang sama, Marsekal TNI Tonny menyerahkan jaket Kopasgat, tali asih, serta paket sembako kepada perwakilan prajurit yang diharapkan bantuan-bantuan tersebut dapat menambah semangat serta motivasi bagi para prajurit yang bertugas di daerah Kenyam, Papua. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































