Daftar 10 Jenderal Bintang 1 TNI AD yang Bakal Pensiun

Jakarta, IDM – Sejumlah nama Jenderal Bintang 1 (Brigadir Jenderal) TNI AD akan memasuki masa pensiun. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Nomor Kep/159/II/2026 tertanggal 3 Februari 2026 yang ditandatangani Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
SK tersebut berisikan mutasi, rotasi, dan promosi terhadap 99 jabatan perwira tinggi (pati) TNI.
Baca Juga: Suku Cadang Tak Boleh Macet, TNI AL Pertegas Strategi ‘Anti-Embargo’ Alutsista
Berikut nama-nama Jenderal Bintang 1 TNI AD yang akan memasuki masa pensiun
- Brigjen TNI Nursamsudin.
Jabatan lama: Kapoksahli Pangdam XII/Tpr - Brigjen TNI Adri Koesdyanto.
Jabatan lama: Danrem 044/Gapo (Palembang) - Brigjen TNI Ridwan Gunawan.
Jabatan lama: Wadanpussenarmed - Brigjen TNI Djoko Wibowo .
Jabatan lama: Kapuspimjemenhan BPSDMP Kemhan - Brigjen TNI Moch. Erwansjah.
Jabatan lama: Staf Khusus KSAD - Brigjen TNI Arief Setiawan.
Jabatan lama: Staf Khusus KSAD - Brigjen TNI Fakhrudin.
Jabatan lama: Staf Khusus KSAD - Brigjen TNI Benny Bintoro.
Jabatan lama: Agen Intelijen Ahli Madya BIN - Brigjen TNI Hery Setiyono .
Jabatan lama: Staf Khusus KSAD - Brigjen TNI Kunto Ridarto.
Jabatan lama: Staf Khusus KSAD. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































