Suku Cadang Tak Boleh Macet, TNI AL Pertegas Strategi 'Anti-Embargo' Alutsista

Jakarta, IDM – TNI AL mempertegas langkah strategis untuk menjamin ketersediaan suku cadang kapal perang mereka. Melalui kebijakan 'anti-embargo', TNI AL memastikan setiap unit armada tempur Indonesia tetap beroperasi tanpa harus bergantung pada dinamika politik negara asing.
Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) TNI AL, Laksma Salim, membeberkan strategi 'smart procurement' atau pengadaan cerdas ini dalam diskusi strategis di Jakarta. Salim menilai ketergantungan pada satu negara pemasok tunggal sangat berisiko bagi pertahanan nasional.
"Indonesia menerapkan strategi anti-embargo untuk menghindari ketergantungan yang berisiko terhadap pasokan senjata dan sistem kapal perang kita," ujar Salim, baru-baru ini.
Baca Juga: Terima Baret Biru, 15 Siswa Sejurba A-43 Dikukuhkan jadi Personel Pom TNI AU
Salim menjelaskan, strategi ini menuntut Indonesia untuk mendapatkan teknologi militer dari berbagai sumber negara yang berbeda. Langkah ini bertujuan agar ketersediaan suku cadang tetap aman, meskipun salah satu negara pemasok menghentikan kerja sama secara sepihak karena alasan politik.
Selain mencari sumber yang beragam, strategi ini juga mewajibkan penguatan basis industri pertahanan di dalam negeri. TNI AL menginginkan teknisi lokal memiliki kemampuan mendalam untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan secara mandiri tanpa perlu mengirim kapal ke luar negeri.
"Kita harus memiliki kedalaman basis industri sendiri untuk mendukung perbaikan kapal. Manajemen logistik dan ketersediaan suku cadang yang baik menjadi kunci utama kesiapan armada kita," imbuhnya.
Baca Juga: TNI AD Gelar Pendidikan Drone untuk 20 Bintara
Penerapan strategi ini juga berkaitan erat dengan tingkat kesiapan tempur atau availability rate. Salim menekankan, kapal perang secanggih apa pun tidak akan berguna jika harus bersandar lama di pelabuhan hanya karena menunggu kiriman suku cadang dari luar negeri yang macet.
Oleh karena itu, TNI AL kini lebih selektif dalam memilih setiap perangkat, mulai dari sensor suara (sonar), radar pengawas, hingga sistem senjata. Indonesia memprioritaskan teknologi yang memiliki kepastian dukungan perawatan jangka panjang dan mudah teknisi lokal kelola.
Melalui strategi anti-embargo yang tegas ini, TNI AL ingin memastikan kedaulatan maritim Indonesia selalu terjaga. Salim berharap armada kapal perang Indonesia memiliki daya tahan yang kuat dan selalu siap mengamankan samudra kapan pun negara membutuhkannya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































