Cuaca Ekstrem, TNI AL Kerahkan KRI Kirim Logistik ke Karimun Jawa

Jakarta, IDM - TNI AL mengerahkan KRI Makassar-590 untuk menggelar operasi militer selain perang (OMSP), dengan mendukung angkutan laut pendistribusian logistik ke Pulau Karimun Jawa, Kamis (5/1).
Dikutip dari keterangan Dispenal, pengerahan KRI dilaksanakan sebab Pulau Karimun Jawa mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) serta sejumlah bahan pokok akibat cuaca buruk. Bahan-bahan itu tidak bisa dikirim karena pelayaran menuju Pulau Karimun Jawa terhambat.
Saat sandar di Tanjung Emas pada Rabu (4/1), KRI Makasar-590 mengembarkasi 20 unit mobil tanki BBM Pertamina, ribuan paket bahan makanan serta sembako dari BPBD Jawa Tengah dan Kementrian Perhubungan.
Kemudian, embarkasi bahan tujuh ton beras dari Dinas Ketahanan Pangan, genzet listrik dari PLN hingga kendaraan taktis serta sejumlah alat berat yang dibutuhkan.
Baca: Lantamal III Segera Bangun Kampung Bahari Nusantara Kepulauan Seribu
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memerintahkan jajarannya untuk merespons secepat mungkin terhadap situasi yang membutuhkan kehadiran di tengah masyarakat.
"Pun kalau harus menggerakkan unsur dalam hitungan jam untuk bergerak ke lokasi yang membutuhkan pertolongan," tegas Ali. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































