Covid-19 Melonjak, TNI AD Kembali Terapkan Protokol Kesehatan

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pihaknya akan kembali menerapkan protokol kesehatan. Hal ini untuk menekan resiko penyebaran dan penularan Covid-19 yang terus melonjak akhir-akhir ini.
"Kami sudah menerima surat telegram dari Kapuskes TNI, dalam rangka menekan resiko penyebaran dan penularan Covid-19 yang dapat terjadi di lingkungan TNI. Tentunya TNI AD akan meneruskan, mengeluarkan surat ini ke satuan-satuan dan mensosialisasikan perintah penerapan kembali protokol kesehatan," kata Kristomei kepada wartawan, Jumat, (15/12/2023).
Ia menjelaskan protokol kesehatan yang diterapkan seperti mencuci tangan, penggunaan masker, isolasi mandiri bila merasa terpapar, dan melakukan test PCR/swab antigen untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Baca Juga: Resmi Dilantik, 18 Perwira Remaja Korps Kesehatan Jadi Kekuatan Baru untuk TNI AU
"Iya, ini sesuai petunjuk KSAD untuk prajurit TNI AD agar mematuhi protokol kesehatan tersebut dan ikut membantu mensosialisasikannya," kata Kristomei.
Sebelumnya, beredar salinan dokumen surat telegram bernomor ST/10/2023 yang diterbitkan oleh Mabes TNI tertanggal 14 Desember, ditandatangani oleh Kapuskes TNI Mayjen dr Yenny Purnama. Surat tersebut tertulis berklasifikasi biasa.
Surat tersebut ditujukan kepada jajaran kesehatan di TNI AD, TNI AL, TNI AU, Komando Teritorial serta Komando Utama Operasi di TNI dari Kapuskes TNI, tercantum juga pejabat yang diberikan tembusan di antaranya Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, Pangkostrad, Pangkoarmada RI, Pangkoopsudnas, dan 15 Pangdam.
Terdapat lima poin imbauan dalam surat tersebut, pertama ialah menekankan di jajaran masing-masing untuk menaati protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker jika mengalami keluhan batuk pilek atau berada di luar rumah, menerapkan etika batuk dan bersin.
Baca Juga: Dirayakan Setiap 15 Desember, Berikut Sejarah Hari Juang TNI AD
Kedua, melaksanakan testing dan screening bagi anggota yang dicurigai terpapar virus Covid-19 dengan melakukan swab antigen atau PCR agar mencegah penularan lebih luas.
Ketiga, memberikan kebijakan isolasi mandiri bagi anggota yang hasil swab antigennya positif dengan tanpa gejala, apabila dengan gejala sedang atau berat agar anggota tersebut dirujuk ke rumah sakit supaya kondisi terpantau dengan baik.
Keempat, memerintahkan kepala rumah sakit atau kepala fasilitas kesehatan TNI di jajaran masing-masing untuk menyiapkan ruang isolasi bagi Covid-19.
Kelima, melakukan pelaporan kepada Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI apabila terdapat anggota yang terpapar Covid-19. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































