Counterpart Visit, KSAU Lakukan Kunjungan ke USAFA

Washington DC (IDM) - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melakukan counterpart visit ke Akademi Angkatan Udara Amerika Serikat (United State Air Force Academy-USAFA) di Colorado, Selasa (17/5).
Kedatangan Fadjar bersama rombongan langsung disambut oleh oleh Commandant of Cadets, Brigadier General Paul D. Moga. Selama di USAFA, Fadjar mendapat penjelasan tentang pelaksanaan kurikulum pendidikan, dan berkesempatan berdialog dengan salah satu taruna AAU yang sedang melaksanakan pendidikan di sini.
Mantan Direktur Pendidikan dan Latihan (Dirdiklat) Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara ini juga berkesempatan untuk mengunjungi sejumlah fasilitas pendidikan yang berada di USAFA seperti gedung Center for Character and Leadership Development (CCLD) dan gedung akademik USAF (Fairchild Hall).
Selain mengunjungi USAFA, rencananya selama di Amerika Serikat Fadjar akan melangsungkan beberapa agenda utama di antaranya melakukan pertemuan resmi dengan Kepala Staf Angkatan Udara Amerika Serikat, General Charles Q. Brown Jr. dan Secretary of the Air Force Mr. Frank Kendall.
Selain itu Fadjar juga akan menerima penganugerahan Medali Legion of Merit dari pemerintah Amerika Serikat di Joint Base Anacostia Bolling Washington DC. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































