HANKAM

Cerita Prabowo Soal Kepemimpinan Mayjen TNI Mung Parahadimulyo

Pak Mung
Mayor Jenderal TNI (Purn) Mung Parahadimulyo. (Foto: Doc. Buku Kepemimpinan Militer, Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto)

Jakarta, IDM - Mantan Danjen Kopassus yang sekarang menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto punya kesan tersendiri soal kepemimpinan Mayor Jenderal TNI (Purn) Mung Parahadimulyo.

Dalam bukunya berjudul Kepemimpinan Militer, Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto ia mengisahkan Pak Mung yang saat itu menjabat sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat atau RPKAD (saat ini Kopassus) pada tahun 1960-1980 begitu terkenal di kalangan Angkatan Darat karena selalu memberikan teladan, memimpin dengan keteladanan, memimpin dengan contoh.

Baca Juga: Prajurit Kostrad Tangkap Satu Anggota KKB, Diduga Terlibat 4 Aksi Teror

"Beliau selalu harus memulai lebih dahulu pada setiap pelatihan. Apakah itu panjat tebing, turun tebing, terjun, lempar pisau, menembak atau lari," kata Prabowo.

Selain itu, lanjut Prabowo Pak Mung juga dikenal sebagai perwira yang spartan, tangguh dan kuat fisiknya.

"Kalau berlari beliau selalu membawa senjata, membuka baju seperti anak buahnya," tutur Prabowo.

Berikutnya, Pang Mung juga memiliki jiwa kepemimpinan yang sederhana. Bahkan yang buat Prabowo terkesan adalah larangan Pak Mung kepada istri dan anaknya untuk tidak menggunakan kendaraan dinas, padahal Pak Mung tidak mempunyai kendaraan lain.

Baca Juga:  Peringatan HUT ke-77, Menhan Prabowo Tegaskan Tekad untuk Membangun TNI AU yang Kuat

"Sehingga anaknya harus jalan kaki ke sekolah, sementara istrinya naik becak kalau hendak belanja," kenang Prabowo.

Dari apa yang dilihat ini lanjut Prabowo, ia pun banyak melakukan hal yang sama seperti Pak Mung.

"Dari Pak Mung, saya belajar banyak tentang pentingnya seorang Panglima harus lebih maju dibandingkan anak buahnya, harus lebih ahli dibandingkan anak buahnya," kata Prabowo. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.