HANKAM

Cerita Peacekeepers TNI di Lebanon selama Perang Palestina-Israel

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerima kepulangan ribuan peacekeepers di Mabes TNI, Cilangkap. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Laksamana Muda (Laksda) Retiono Kunto Hadiningtias mengatakan perang antara tentara Israel dan Palestina, turut berdampak bagi prajurit TNI selama melaksanakan misi perdamaian di Lebanon (UNIFIL).

Kisah tersebut dibeberkan Retiono setelah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerima kepulangan ribuan prajurit yang tergabung satuan tugas PBB di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (14/3).

"Jadi ketegangan itu juga memang berdampak dengan ketegangan antara Hamas dan Israel dan juga berdampak pada ketegangan di Lebanon Selatan," ujar Retiono.

Baca Juga: Para Prajurit Kostrad di Purworejo Gelar Aksi Sosial dengan Motor Klasik

Ia bahkan menyebut para prajurit telah terbiasa mendengar ledakan bom hingga serangan roket. Retiono mengatakan situasi mencekam masih terjadi hingga personel kontingen Garuda merampungkan tugasnya.

"Jadi situasinya masih sama, seperti itu. Sudah biasa itu kita setiap hari mendengar tembakan artileri, bom, atau roket, itu masih berlangsung," tutur Retiono.

Kendati demikian, ia menyebut para personel mampu menjaga keamanan Lebanon sebagai daerah misi yang kini relatif terkendali. Menurutnya, capaian tersebut juga didukung oleh arahan Panglima TNI selama menjalani tugas sebagai penjaga perdamaian (peacekeepers).

Baca Juga: KRI Diponegoro Adu Manuver dengan Fregat Italia ITS Carlo Bergamini di Laut Mediterania

"Instruksinya saya atas perintah Panglima TNI untuk pasukan kita, selalu satu, mengupdate situasi yang ada. Terus mengikuti SOP pada saat ada tembakan artileri berat; mereka harus segera ke bunker yang terdekat dulu, sambil memantau situasi," jelasnya.

Sebanyak 1.088 personel Satgas Kontingen Garuda (Konga) beserta Milstaff Seceast United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tahun 2023 telah kembali ke tanah air setelah melakukan misi perdamaian selama setahun. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.