Cerita Babinsa di Lumajang, 7 Hari tak Pulang Rumah Demi Jaga Pengungsi Gunung Semeru

Lumajang, IDM - Kisah ini datang dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Oro Oro Ombo, Koramil 0821-14/Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur bernama Yayat Sugianto.
Prajurit berpangkat Sersan Dua (Serda) ini rela tak pulang rumah selama 7 hari lantaran harus menjaga pengungsi erupsi Gunung Semeru di SMPN 2 Pronojiwo.

"Sudah seminggu belum pulang. Saya ikhlas, rasanya enak-enak saja," kata Yayat ditemui Indonesia Defense Magazine, Jumat (28/11).
Yayat mengisahkan ini bukan kali pertama ia terlibat dalam penjagaan pengungsi Gunung Semeru. Sejak kejadian erupsi di tahun 2021, ia aktif terlibat langsung karena hanya dia satu-satunya Babinsa di Pronojiwo.

"Alhamdulillah, selama ini para pengungsi tidak ada mengeluh. Karena sebagai Babinsa tugas saya membuat mereka merasa tidak sendiri. Tapi merasa banyak orang, banyak yang peduli sama mereka. Itu usaha kita. Sebagai yang menguasai teritorial di wilayah. Jadi jangan sampai mereka merasa sudah dapat kesusahan tapi tidak diperhatikan," kata Yayat.
Lebih lanjut kata Yayat tugasnya juga memperhatikan hal-hal kecil. Misalnya jika sakit warga pengungsi harus melapor jangan sampai sakitnya tambah parah.
Baca Juga: Pemerintah Lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Reduksi Hujan di Sumatera
"Biasanya sakit yang mereka alami itu adalah selain pernapasan. Biasanya kalau yang mereka alami selama ini karena kondisi alam," jelas Yayat.

Untuk diketahui Yayat mengawasi total 300 pengungsi Gunung Semeru. Selain memantau pengungsi ia juga aktif mengkoordinir bantuan serta menerapkan trauma healing untuk anak-anak pengungsi Gunung Semeru.
"Di sela tugas berat, saya juga berkesempatan menghibur dan melakukan trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan momen-momen manis seperti bermain sepak bola, bercanda, dan menciptakan suasana ceria yang mampu menghapus rasa takut dan lelah di hati anak-anak. Lebih dari sekadar fisik, dibutuhkan dukungan emosional, " kata Yayat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































