Cek Kesiapan Dukungan Operasi dan Latihan, Askomlek KSAL Kunjungi Arsenal Batuporon

Surabaya, IDM - Askomlek KSAL Laksamana Muda TNI Tunggul Suropati, melakukan kunjungan kerja ke Artileri Senjata Angkatan Laut (Arsenal) Batuporon, Senin (29/8).
Kunjungan tersebut untuk mengetahui langsung kesiapan Arsenal dalam menyimpan dan mempersiapkan kelengkapan amunisi serta senjata, dalam mendukung operasi dan latihan TNI AL sesuai perintah KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, di mana KRI harus siap berlayar dan bertempur.
Dalam sambutannya, Tunggul mengatakan Arsenal adah objek vital strategis yang memerlukan pengamanan yang ekstra tinggi dan ketat. Untuk pengamanannya, diperlukan cara-cara yang lebih modern.
"Seperti menggunakan UAV untuk surveillance, alat komunikasi dengan enkripsi, dan penggunaan bandwith yang besar untuk kelancaran jaringan internet," ungkapnya, dikutip dari laman TNI AL.
Tunggul juga menekankan, Arsenal sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Material Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) sangat mendukung operasi dan latihan KRI agar meningkatkan profesionalisme, melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara proporsional.
"Supaya program dan kegiatan Arsenal yang direncanakan dapat terlaksana dengan maksimal dan optimal," ujarnya. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































