HANKAM

Cegah Pelanggaran Kedaulatan, TNI AU Gelar Operasi Patroli Udara di Perairan Aceh

Pesawat Casa 211
Pesawat Casa 211 yang dikerahkan oleh TNI AU untuk melakukan patroli udara rutin bertajuk Operasi Udara Mata Elang-23. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar patroli udara rutin bertajuk Operasi Udara Mata Elang-23 di wilayah perairan Aceh hingga pulau Andaman beberapa waktu lalu.

Unsur alutsista yang dikerahkan dalam patroli ini adalah pesawat Casa C-212 asal Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Sebelumnya, operasi serupa juga telah dilaksanakan oleh pesawat dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar pada 14-16 Desember 2023.

Baca Juga: Pasmar 3 Kerahkan Ribuan Personel dan Alutsista untuk Pengamanan Pemilu 2024

Keseluruhan misi tersebut menggunakan Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh sebagai pangkalan aju. Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono mengungkap pihaknya akan terus memfasilitasi pelaksanaan operasi patroli udara ini.

Pesawat Casa 211
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Misi utama dari pesawat dengan tail number A- 2112 dan callsign Walet 12 ini adalah memberikan informasi terkini terkait situasi di perairan sekitar Aceh, khususnya yang dengan terkait gangguan keamanan dan pelanggaran terhadap batas wilayah negara. Salah satunya adalah pelayaran illegal para pengungsi Rohingya yang belakangan telah memasuki wilayah Indonesia.

Baca Juga: Harumkan Indonesia, Praka Ronal Siahaan Menang Spektakuler di MMA Cage Warrior 165, AS

“Situasi dan perkembangan yang terdapat dalam operasi akan kami laporkan ke komando atas untuk ditindaklanjuti. Pesawat ini bertugas melaksanakan patroli udara di perairan Aceh hingga Pulau Andaman, khususnya dari gangguan kedaulatan seperti masuknya pengungsi Rohingya dari Myanmar yang menggunakan transportasi laut,” ungkap Yoyon dilansir dari keterangan foto instagram @sultan_iskandarmuda, Selasa (19/12).

Lebih lanjut dijelaskan, pesawat ini juga mampu terbang rendah di atas permukaan laut untuk merekam aktivitas yang dapat mengancam batas wilayah kedaulatan negara. Nantinya, operasi ini akan memberikan bukti autentik berupa gambar dan rekaman dari udara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.