Bertemu Menhan China, Menhan Prabowo Tegaskan Posisi Indonesia

Singapura, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan China H.E. General Wei Fenghe di sela-sela penyelenggaraan International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 2022 19th Asia Security Summit, di Singapura, Sabtu (11/6).
Menhan Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan tetap teguh dalam politik luar negeri yang bebas aktif dan mempertahankan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, bebas dan netral dalam semangat Deklarasi ZOPFAN (Zone of Peace Freedom and Neutrality).
Menhan Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih atas bantuan China yang mengirimkan peralatan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.
“Bantuan telah kami salurkan ke rumah sakit Kemhan dan TNI. Semoga kerja sama dan persahabatan antara Indonesia dan China dapat terus terjaga dengan semangat persaudaraan dan prinsip saling menghormati,” ucap Menhan Prabowo.
Menhan Prabowo pun menyampaikan harapan China untuk dapat berpartisipasi dalam perhelatan G20 yang akan diselenggarakan di Indonesia, di mana 20 negara dengan ekonomi terbesar akan membahas berbagai permasalahan dan tantangan dunia ke depan. (gin/nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































