HANKAM

Belajar di AS, Tujuh Personel TNI AU Dalami Penanganan Ancaman Bahan Peledak

Personel TNI AU
Pelatihan Explosive Ordnance Disposal (EOD) yang diikuti tujuh personel TNI AU di Amerika Serikat. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengirim tujuh personel ke Amerika Serikat (AS) untuk mendalami sekaligus mengasah kemampuan dalam penanganan ancaman bahan peledak melalui pelatihan Explosive Ordnance Disposal (EOD).

Ketujuh personel yang dipimpin Komandan Satuan Pemeliharaan (Dansathar) 64 Depohar 60 Letkol Tek Sudarianto itu mengikuti Explosive Ordnance Disposal (EOD) Subject Matter Exchange (SME) & Field Training Exercise (FTX) yang diselenggarakan US Pacific Air Forces (US PACAF) di Andersen Air Force Base, Guam, Amerika Serikat, pada 20–24 Juli 2026.

Baca Juga: TNI Ikut Urus Ketahanan Pangan, Jenderal Maruli: Kami Hanya Bantu, Bukan Ingin Memiliki

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat interoperabilitas dengan mitra internasional, serta meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai ancaman EOD di lingkungan operasi yang semakin kompleks.

Personel TNI AU
Tujuh personel TNI AU yang mengikuti Pelatihan Explosive Ordnance Disposal (EOD) di Amerika Serikat. (Foto: Dok. Dispenau)

"Pelatihan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi personel dalam penanganan berbagai ancaman bahan peledak melalui pembelajaran teori dan praktik," ujar Nyoman, dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Selasa (28/7).

Baca Juga: TNI AD akan Revitalisasi Pembinaan Karakter Prajurit Disesuaikan dengan Era Digital

Selama mengikuti pelatihan, para personel TNI AU mempelajari berbagai materi, mulai dari Unexploded Ordnance (UXO), Improvised Explosive Device (IED), hingga downed Unmanned Aircraft System (UAS)/drone guna memperkuat kemampuan menghadapi spektrum ancaman yang terus berkembang.

Selain pembelajaran teori dan penanganan ancaman, peserta juga memperoleh familiarisasi pengoperasian berbagai peralatan EOD modern, seperti robot EOD, bomb suit, X-ray detector, Hook and Line Kit, serta perlengkapan pendukung lainnya yang digunakan dalam operasi penjinakan bahan peledak.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.