HANKAM

TNI Ikut Urus Ketahanan Pangan, Jenderal Maruli: Kami Hanya Bantu, Bukan Ingin Memiliki

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa keterlibatan prajurit TNI dalam program ketahanan pangan murni bertujuan untuk membantu pemerintah, bukan untuk mengambil alih atau memiliki program tersebut.

​Hal itu disampaikan Maruli usai menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar beberapa waktu lalu di Hotel Aston, Jakarta Barat.

Baca Juga: TNI AD akan Revitalisasi Pembinaan Karakter Prajurit Disesuaikan dengan Era Digital

Menurut Maruli, seluruh pergerakan prajurit TNI di lapangan selalu terkoordinasi dan terintegrasi dengan kementerian, lembaga, serta instansi terkait demi menyukseskan program-program strategis pemerintah.

"Itu kan semua kita terkoordinasi dengan kementerian, jadi kita sampaikan, kementerian minta tolong ke kita (TNI), kita membantu program-program yang sudah ada. Tadi saya tekankan bahwa kami di tentara tidak ada program yang ingin memiliki, tapi kami ingin mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan petani lebih baik kehidupannya,” ujar Maruli dikutip Dispenad, Selasa (28/7).

Lebih lanjut Maruli menjelaskan bahwa ancaman terhadap suatu bangsa saat ini tidak hanya berbentuk ancaman militer, tetapi juga krisis pangan, perubahan iklim, gangguan rantai pasok global, hingga dinamika geopolitik. Karena itu, ketahanan pangan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional.

Ia pun mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek sekaligus berkontribusi terhadap masa depan bangsa.

“Saya juga ingin memotivasi mereka bahwa pertanian cukup menjanjikan sebetulnya, namun membutuhkan perjuangan cukup panjang dan juga kerja keras. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi mereka (mahasiswa),” imbuh Maruli.

Baca Juga: Tantangan Perang Dasar Laut RI: Percuma Beli Scorpene tanpa Ekosistem Utuh

Pada kesempatan tersebut, Maruli turut memaparkan berbagai program TNI AD di seluruh Indonesia telah dilengkapi dengan sistem dashboard untuk memantau perkembangan setiap kegiatan secara real time, sehingga pelaksanaannya dapat dipastikan berlangsung transparan, terukur, dan akuntabel.

Melalui berbagai program tersebut, TNI AD terus bersinergi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.