Begini Taruna AAL Tentukan Posisi Kapal dengan Alat Navigasi Sextant

Jakarta, IDM - Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat II angkatan ke-70 yang tergabung dalam Satgas Kartika Jala Krida (KJK) 2023, melaksanakan praktik alat navigasi Sextant saat melintasi Selat Inggris, Selasa (20/6).
Dalam latihan ini, taruna AAL menggunakan peralatan Sextant, salah satu peralatan navigasi tradisional yang digunakan untuk menentukan posisi kapal berdasarkan sudut matahari dan bintang serta mempertimbangkan faktor waktu, cuaca, dan pergerakan kapal.
Baca Juga: Cope West 2023, Duel Penerbang TNI AU dan USAF dalam Taktik Tempur Udara
Latihan Sextant adalah bagian penting dalam pembelajaran dalam navigasi pelayaran yang mengajarkan para taruna untuk mengandalkan pengetahuan dalam menentukan posisi kapal di tengah lautan.
Palaklat KJK 2023 Mayor Laut (P) Rendra Hariwibowo, menyampaikan latihan praktik navigasi astronomi tersebut bertujuan agar taruna memiliki kemampuan dasar pelaut menentukan posisi kapal.
"Bilamana kapal dalam keadaan darurat (blackout) saat berlayar di tengah laut," ujar Rendra dikutip dari laman TNI AL, Rabu (21/6).
Baca Juga: Tutup Setukpa Angkatan ke-28, Dankodiklatau: Jadilah Perwira yang Loyal, Inovatif dan Berdedikasi
Ia melanjutkan, keahlian dalam navigasi adalah keterampilan inti yang harus dimiliki oleh seorang prajurit matra laut.
"Kami berharap latihan praktik ini dapat meningkatkan kualitas dan keandalan mereka dalam mengoperasikan peralatan navigasi modern maupun tradisional," ungkapnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































