Batalyon Armed 6 Gelar Latihan UJT RAI

Jakarta,IDM - Batalyon Armed 6 Kostrad, Makassar melakukan Uji Terampil Perorangan Tingkat Baterai (UJT RAI) guna mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan di Makassar, Selasa (19/7).
Perwira Seksi Operasi Yonarmed 6 Kostrad Lettu Arm Dody Adhi Nugroho mengatakan bahwa UTJ RAI merupakan salah satu pengendalian sekaligus menguji sejauh mana kemampuan perorangan prajurit untuk menunjang tugas dan tanggung jawab jabatan yang dibebankan sebagai bagian dari tanggung jawabnya.
“Kegiatan ini untuk kepentingan pembinaan personel, serta pembinaan latihan sebagai sarana uji kemampuan prajurit guna menghasilkan prajurit yang profesional dan berkarakter tangguh,” ucap Dody.
Latihan ini selain sebagai tolok ukur kemampuan spesialisasi, juga dinilai sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan setiap prajurit di satuan. Peningkatan kualitas dalam spesialisasi dalam jabatan harus selalu ditingkatkan untuk dapat mewujudkan TNI Angkatan Darat yang profesional dan disegani.
UJT RAI kali ini dilaksanakan selama tiga hari yang dimulai dari 19 Juli sampai 21 Juli 2022 dengan tujuan untuk memaksimalkan potensi prajurit yang mengikuti kegiatan ini. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































