HANKAM

Batalyon Arhanud 2 Marinir Berlatih Peran Tempur Bahaya Udara

Batalyon Arhanud 2 Marinir Berlatih Peran Tempur Bahaya Udara
Dok: Dispen Kormar

Surabaya, IDM - Prajurit Batalyon Arhanud 2 Marinir–Resimen Artileri 2 Marinir berlatih peran tempur bahaya udara, melibatkan dua unit kendaraan tempur (ranpur) BVP-2, satu unit KIA, dan tiga unit unimog, Surabaya, Kamis (22/9).

Komandan Batalyon Arhanud 2 Marinir Letkol (Mar) Hadi Wibowo, menyampaikan latihan peran tempur bahaya udara bertujuan melatih kesiapsiagaan prajurit 'Penjaga Langit' dalam menghadapi situasi darurat.

"Serta meningkatkan profesionalisme prajurit Batalyon Arhanud 2 Marinir dalam menghadapi setiap tantangan penugasan ke depan," kata Hadi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar.

Peran tempur bahaya udara adalah suatu sistem dalam menempatkan atau memposisikan anggota ataupun ranpur pada titik yang ditentukan.

Melalui sistem tersebut, prajurit dapat melaksanakan tugas tempur dalam mengamankan dan mempertahankan suatu wilayah terhadap ancaman, gangguan, hambatan, maupun serangan dari luar yang mungkin timbul. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.