HANKAM

Banyak Bantuan Logistik Belum Sampai, TNI Fokus Bangun Jembatan Bailey di Sejumah Titik Bencana Sumatra

Prajurit TNI
Jembatan putus dan prajurit TNI membantu warga menyeberang di Bireuen Aceh. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI saat ini fokus membangun jembatan bailey di lokasi terdampak bencana banjir dan longsor Sumatra untuk menghubungkan akses darat.

TNI telah memetakan dan menggelar kekuatan untuk membangun jembatan bailey di sejumlah titik.

“Kami siapkan untuk membantu akses jalur transportasi yang terputus. Seperti di Aceh ada dua titik yang kami bangun, yaitu di Aceh Bireuen dan Aceh Utara,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/12).

Baca Juga: TNI Tambah 7 KRI dalam Operasi Kemanusiaan di Sumatra, Salah Satunya KRI Bontang-907 untuk Suplai BBM

Kemudian, jembatan bailey juga sedang dibangun di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, yang saat ini progres pembangunan mencapai 50 persen.

“Kemudian untuk di Sumatra Barat ada berapa titik yang kami akan bangun jembatan bailey ini,” ujar Kapuspen TNI.

Freddy mengatakan, pembangunan jembatan bailey sangat krusial. Banyak bantuan logistik belum sampai ke para korban karena akses darat yang terputus.

Prajurit TNI
Prajurit TNI membantu warga membawa logistik di lokasi bencana Sumatra. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Di Kabupaten Bireuen misalnya, putusnya jembatan penghubung antardesa di Desa Ceubrek akibat derasnya banjir membuat akses warga lumpuh total.

Baca Juga: Pesawat Casa dan Helikopter Bell Dipilih TNI AL untuk Jangkau Titik Tanpa Landasan di Aceh–Sumatra

Akibatnya, para Babinsa turun langsung ke sungai membantu warga menyeberang satu per satu, memastikan keselamatan masyarakat di tengah arus yang tidak stabil.

“Pembangunan ini sangat klusial karena memang seperti yang disampaikan tadi, untuk menyalurkan distribusi logistik itu dibutuhkan akses. Beberapa jalur terputus sehingga bantuan itu belum sampai kepada para saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Freddy.

“Oleh karena itu, kami fokus dalam pembangunan jembatan bailey ini,” ujar Kapuspen TNI.

Baca Juga: KSAL Ungkap Alasan Dislambair Berubah Menjadi Satkoppeba

Freddy menyebutkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar menjadi target percepatan dalam misi kemanusiaan di Sumatra.

“Karena mengingat situasi krisis, kemudian seperti yang disampaikan kemarin kebutuhan akan pangan, kebutuhan akan air bersih, kebutuhan akan kesehatan, itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat berdampak,” kata Freddy.

Jembatan bailey yang dibangun menggunakan baja dengan spesifikasi militer atau biasa disebut jembatan baja modular. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.