HANKAM

Bantu Warga Terdampak Erupsi, TNI AD Kerahkan Bantuan

TNI AD
( Dok Dispenad )

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Darat mengerahkan prajurit satuan jajarannya untuk bersama-sama dengan BNPB dan sukarelawan membantu warga masyarakat di lereng Gunung Semeru, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang yang terkena dampak bencana erupsi Gunung Semeru.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya, Kadispenad Brigjen Tatang Subarna menegaskan bahwa prajurit yang dikerahkan terdiri dari 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Yonif 527/Baladibya Yudha sebanyak 100 orang, 1 SSK Yonzipur 10/2/Kostrad sebanyak 100 orang, 2 SSK Kodim 0821/Lumajang sebanyak 220 orang, 2 Satuan Setingkat Peleton (SST) Yonzipur 5/Arati Bhaya Wighina sebanyak 58 orang, 1 SST Kesehatan Kodam V/Brawijaya sebanyak 39 orang, serta 1 SST dari Pembekalan dan Angkutan Kodam V/Brawijaya sebanyak 27 orang.

( Dok Dispenad )

Di samping mengerahkan prajuritnya, TNI Angkatan Darat juga mengerahkan perlengkapan dan kendaraan untuk mendukung kegiatan di lokasi, antara lain 2 dapur lapangan, 4 tenda pengungsian, 4 set alat dapur lapangan, 4 unit tenda serba guna, 100 buah veldbed besi, 50 buah meja dan 125 buah kursi lapangan, 10 unit truk serta 5 unit kendaraan angkut.

Tak luput alat berat pun dikerahkan dari Yonzipur 10/2/Kostrad dan Yonzipur 5/Arati Bhaya Wighina untuk memperlancar penanganan erupsi Semeru, antara lain Backhoe Loader sebanyak 4 unit, Self Loader 2 unit, Dozer 1 unit, Bulldozer 2 unit, Excavator 8 unit, Dump Truck 8 unit, Crane 1 unit, Transporter 1 unit, Crane Cargo 1 unit, Trailer Kavaleri 2 unit dan Trailer Sipil 1 unit. Seluruh alat berat tersebut sudah tergelar pada 6 Desember 2021 lalu di titik-titik yang diperlukan.

"Untuk meringankan beban warga terdampak bencana, dari Kodim 0821/Lumajang memberikan bantuan sembako seperti beras, gula, minyak goreng, mie instan, susu dan telur," ungkap Tatang.

Prajurit TNI AD yang tergabung dalam SSK maupun SST penanggulangan bencana bertugas membantu evakuasi dan pencarian warga di lokasi bencana, mendata warga terdampak bencana, menyisir dan membersihkan material erupsi Gunung Semeru serta menyalurkan logistik ke tempat-tempat pengungsian.

Ikut berperannya prajurit TNI AD dalam mengatasi bencana tersebut merupakan wujud implementasi setiap prajurit TNI AD dalam mengamalkan Delapan Wajib TNI dan 7 Perintah Harian Kepala Staf Angkatan Darat.

"Seperti tercantum dalam butir kelima, bahwa TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat apapun bentuknya dan senantiasa menjadi solusi," tandas Kadispenad. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Radar Ground Control Interception

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran

Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.