HANKAM

Bantah Isu Kekerasan, Koarmada I Jelaskan Penyebab Kematian Prajurit Ghofirul Kasyfi

KRI Radjiman Wedyodiningrat-992
Kapal bantu rumah sakit TNI AL, KRI Radjiman Wedyodiningrat-992. (Foto: Dok. Koarmada I)

Jakarta, IDM – Komando Armada (Koarmada) I memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi mengenai wafatnya Kelasi Dua (KLD) Ghofirul Kasyfi. Pihak TNI AL membantah adanya dugaan penganiayaan dan memastikan, penyebab kematian sang prajurit bukan karena tindakan kekerasan.

Pernyataan ini muncul untuk menanggapi kabar yang menyebutkan adanya kejanggalan fisik pada jenazah almarhum. Sebelumnya, pihak keluarga menyatakan menemukan sejumlah luka lebam saat jenazah tiba di rumah duka, Bangkalan, Jawa Timur. Ayah almarhum juga menyebut mendiang sempat mengeluh mendapat pukulan dari seniornya saat bertugas di KRI Radjiman Wedyodiningrat-992.

Baca Juga: TNI AL Tangkap 14 PMI Ilegal di Perairan Karimun, Sempat Kejar-kejaran Menuju Malaysia

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, menegaskan hasil pemeriksaan medis secara resmi tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan. Berdasarkan Visum et Repertum (laporan tertulis hasil pemeriksaan medis untuk kepentingan hukum) dari RSPAL dr. Mintohardjo, tim dokter tidak menemukan memar akibat benda tumpul.

"Kami sampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi, tidak ditemukan lebam akibat kekerasan benda tumpul maupun pendarahan pada area selangkangan sebagaimana informasi yang beredar," ujar Ary dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (4/5).

Ary menjelaskan, luka melingkar pada bagian leher almarhum identik dengan karakteristik medis akibat gantung diri. Mengenai bercak keunguan yang terlihat pihak keluarga, ia memberikan penjelasan teknis bahwa fenomena tersebut merupakan Livor Mortis atau lebam mayat.

"Lebam pada jenazah yang terlihat sesaat sebelum pemakaman adalah Livor Mortis. Ini tanda pasti kematian yang terjadi karena berhentinya sirkulasi darah, sehingga sel darah merah mengendap ke bagian tubuh terendah akibat gravitasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Koarmada I menyampaikan pihak keluarga yang diwakili ibu kandung almarhum telah menyatakan penolakan tindakan bedah mayat atau otopsi secara sadar pada 30 April 2026. Padahal sebelumnya, ayah mendiang sempat bertekad ingin melakukan otopsi karena merasa curiga dengan kondisi wajah sang anak.

Baca Juga: Paspampres Gelar Latihan bersama US MARSOC untuk Penguatan Kapabilitas dan Interoperabilitas

TNI AL juga mengklarifikasi terkait kunjungan personel Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batuporon ke kediaman almarhum sebelum kabar duka tersiar. Langkah tersebut murni sebagai prosedur pengecekan personel di kapal karena almarhum tidak hadir dalam beberapa kali tugas tanpa keterangan.

Saat ini, mendiang Ghofirul Kasyfi telah dimakamkan secara militer di TPU Kemayoran, Bangkalan, pada 27 April 2026. Koarmada I berkomitmen menjaga transparansi informasi dan meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh spekulasi yang dapat mencederai nama baik institusi maupun keluarga yang ditinggalkan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.