Bakamla: Isu IUU Fishing Masih Jadi Tantangan Serius di Indonesia

Bangka, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menilai bahwa isu Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing, masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi secara lebih ketat oleh Indonesia. Sebab, kenyataan di lapangan menunjukkan kapal-kapal nelayan juga seringkali digunakan untuk penyelundupan manusia dan barang ilegal.
Deputi Operasi dan Latihan (Opslat) Bakamla, Laksda Bambang Irawan mengungkapkan pernyataan tersebut dalam forum diskusi "Tackling Challenges of Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing" di @america Pacific Place, Jakarta, Kamis (8/6).
" IUU fishing bukan hanya persoalan menangkap ikan, namun dibarengi dengan narkotika, perbudakan, perdagangan manusia, penggelapan pajak, korupsi, imigrasi dan pencucian uang," kata Bambang.
Baca Juga: Dukung Kelancaran Operasional Tugas, TNI AU Terima Hibah Kendaraan dari Inkopau
Bambang menambahkan, luasnya skala kejahatan IUU Fishing tersebut menjadikannya masuk sebagai kategori trans national crime.
" IUU fishing merupakan kejahatan terencana, terstruktur yang melibatkan pelaku lintas negara atau trans nasional crime.
Sejalan dengan itu, Bambang menjelaskan berdasarkan UU 32 tahun 2014 tentang kelautan, Bakamla dibentuk untuk menjaga, mengawasi, memonitor dan menindak kejahatan di laut.
Baca Juga: Wakil KSAD Tutup TMMD ke-116, Anggota Komisi I DPR RI Beri Apresiasi
Menurutnya, Bakamla juga telah bekerja sama dengan TNI untuk menindak kejahatan transnasional, seperti mengejar kapal asing yang mencoba kabur ke luar wilayah.
Dalam penangkapan terstruktur, Bakamla melibatkan kapal-kapal patroli dan teknologi pemantauan. Kini, Bakamla memiliki 10 kapal patroli dalam berbagai ukuran dan 22 kapal high speed craft (HSC).
Selain itu, Bakamla telah memiliki alat untuk mengukur indeks keamanan laut (IKL) nasional. Bambang menyampaikan IKL Indonesia dalam kategori cukup, yakni skor 53 dari 100. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































