Dukung Kelancaran Operasional Tugas, TNI AU Terima Hibah Kendaraan dari Inkopau

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menerima hibah kendaraan dari Induk Koperasi TNI AU (Inkopau) yang diserahkan oleh Kepala Inkopau Marsma TNI Tri Ahmad kepada Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI A. Brugman di Denmabesau, Cilangkap, Jakarta, Selasa (6/6).
Hibah kendaraan tersebut berupa 10 unit bus sedang dan satu unit ambulans. Dalam sambutannya, Wakil KSAU menyampaikan ucapan terima kasih kepada Inkopau atas kendaraan yang diberikan. Ia menambahkan, nantinya bus dan ambulans tersebut akan digunakan dalam mendukung operasional kedinasan TNI AU.

“Dengan adanya penambahan armada berupa bus dan ambulans ini diharapkan dapat membantu memudahkan dan mendukung perpindahan serta pergerakan personel dalam melaksanakan tugas di luar lingkungan Mabesau,” ungkap Wakil KSAU dikutip dari keterangan instagram @militer.udara, Kamis (8/6).
Baca Juga: Prajurit Yonif Mekanis 201/JY Gelar Latihan Pengamanan VVIP
Para personel TNI AU yang kelak mengoperasionalkan bus dan ambulans tersebut pun diharapkan dapat menggunakan dan merawatnya dengan baik. Usai acara serah terima, Wakil KSAU berkesempatan meninjau langsung bus dan ambulans yang dihibahkan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































