Bakamla bersama Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Kapal Terbalik di Muara Kalibaru

Jakarta, IDM - Badan Keamana Laut (Bakamla) bersama Tim SAR gabungan berhasil menemukan titik terang dari pencarian warga bernama Wamu (60) yang dilaporkan hilang diterjang ombak dan membuat perahu yang digunakannya terbalik saat mencari ikan, Rabu (25/1).
Mengutip keterangan Bakamla Minggu (28/1), korban ditemukan dua hari kemudian usai Bakamla, Basarnas hingga Syahbandar Tanjung Priok mengerahkan personelnya untuk melakukan pencarian.
Baca Juga: Ini Jenis Senjata Api yang Digunakan KKB di Intan Jaya dari Sniper AX Hingga M16
Penelusuran intensif dilakukan sejak Sabtu (27/1) pagi, di mana Tim SAR Gabungan menyisir tempat kejadian di Muara Kalibaru, Cilincing Kodya, Jakarta Utara. Pencarian Wamu dilakukan menggunakan perahu karet hingga kapal selam.
Kendati menemukan sejumlah problem seperti cuaca buruk disertai angin kencang, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Wamu mengapung tak bernyawa, sekitar 100 meter dari lokasi pencarian.
Baca Juga: Panglima TNI Apresiasi Gerakan Mencintai Alam yang Diinisiasi KSAD
Adapun jasad Wamu yang ditemukan sekitar pukul 11.28 WIB langsung diantar ke rumah duka oleh Tim SAR Gabungan. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































