HANKAM

Bahas Peningkatan Kerja Sama, KSAU Terima Kunjungan Vice Presiden BDS SE Asia

Bahas Peningkatan Kerja Sama, KSAU Terima Kunjungan Vice Presiden BDS SE Asia
(Dok Dispenau)

Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima kunjungan Vice President Boeing Defence and Space Security (BDS) Global Sales and Marketing Director of Southeast Asia Yeong-Tae Pak, di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Kamis (6/10).

Kunjungan ini terlaksana dalam rangka silaturahmi sekaligus upaya peningkatan kerja sama antara TNI Angkatan Udara dengan BDS SE Asia.

Mengutip keterangan Dispenau, sejumlah pejabat Mabesau hadir pada pertemuan tersebut di antaranya Asrena KSAU, Asintel KSAU, Aslog KSAU, dan Kadisaeroau.

Sementara Vice Presiden BDS SE ASIA didampingi oleh Atase Pertahanan Col. Leo Liebrick, Atase Pertahanan Udara Col. Ian Francis, Presiden Boeing International Alex Feldman, Emilia S. Widowati, dan Ariscynatha Putra Ingpraja. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Radar Ground Control Interception

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran

Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.